PELATIHAN DAN PENERAPAN INOVASI POLA TANAM JAJAR LEGOWO DI GAMPONG PULOE IBOH KECAMATAN KUTA MAKMUR
Abstract
Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara, merupakan salah satu sentra produksi padi sawah yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Namun, produktivitas padi di wilayah ini masih tergolong rendah akibat penerapan teknik budidaya yang belum optimal. Salah satu teknologi yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen adalah pola tanam jajar legowo, yaitu sistem penanaman padi dengan pengaturan jarak tertentu sehingga memungkinkan intensitas cahaya, sirkulasi udara, dan ruang tumbuh tanaman menjadi lebih baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam menerapkan pola tanam jajar legowo secara tepat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi lapangan, dan pendampingan teknis langsung pada lahan dem-plot. Peserta kegiatan adalah kelompok tani Tuah Meugo Gampong Pulo iboh Kecamatan Kuta Makmur yang secara sukarela mengikuti pelatihan. Materi pelatihan mencakup teori dan praktik pengaturan jarak tanam, teknik persemaian, pemeliharaan tanaman, hingga panen. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pola tanam jajar legowo diterima sangat baik oleh petani, dengan indeks keuntungan relatif 88,74% dan tingkat kesesuaian 80,03%. Teknologi pola tanam jajar legowo dinilai mudah diuji coba (80,72%) meskipun tingkat kerumitan awal 65,40%. Pelatihan pola tanam jajar legowo meningkatkan pengetahuan (85,43%), ketrampilan (87,86%), dan perubahan sikap petani (82,72%) , serta memberi dampak sosial melalui peningkatan interaksi dan kerja sama( 83,26%). Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu adopsi teknologi jajar legowo secara luas di wilayah Kuta Makmur sehingga produktivitas padi sawah dapat meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin terjaga. Keberlanjutan program memerlukan dukungan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kolaborasi antar petani untuk berbagi pengalaman dan hasil penerapan teknologi jajar legowo pada kegiatan usahatani padi sawah
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdulrachman, S., Agustian, A., & Kariada, K. (2013). Teknologi jajar legowo pada budidaya padi sawah. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Badan Pusat Statistik. (2023). Luas panen, produksi, dan produktivitas padi menurut kabupaten/kota di Provinsi Aceh. BPS Provinsi Aceh.
Lee, C.-L., Orton, G., & Lu, P. (2024). Global meta-analysis of innovation attributes influencing climate-smart agriculture adoption for sustainable development. Climate, 12(11), 192.
Mukarromah, W., & Widodo, S. (2022). Adopsi sistem tanam jajar legowo pada usahatani padi di Pulau Bawean. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 9(2), 748–766.
Nararaya, R. P., Rinaldi, & Zulkarnain, A. (2017). Perbandingan sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam SRI dan konvensional terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Agroteknologi, 11(2), 85–94.
Ningrat, R., Supriyanto, B., & Saputra, I. (2021). Penerapan sistem tanam jajar legowo untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah irigasi. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 19(1), 33–42.
Prasetyo, O. R., & Kadir, K. (2019). Teknik penanaman jajar legowo untuk peningkatan produktivitas padi sawah di Jawa Tengah. Jurnal Litbang Sukowati, 3(1), 28–40.
Prokopy, L. S., Floress, K., Klotthor-Weinkauf, D., & Baumgart-Getz, A. (2008). Determinants of agricultural best management practice adoption: Evidence from the literature. Journal of Soil and Water Conservation, 63(5), 300–311.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 setia budi











