(1) * Sapna Biby Mail (Universitas Malikussaleh, Indonesia)
(2) Hilmi Hilmi Mail (Universitas Malikussaleh, Indonesia)
(3) Mursalin Mursalin Mail (Universitas Malikussaleh, Indonesia)
(4) Rahmaniar Rahmaniar Mail (Universitas Malikussaleh, Indonesia)
(5) Muhammad Ali Mail (Universitas Malikussaleh, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak kemudakan bagi masyarakat, salah satunya kemudahan dalam mendapatkan informasi/berita secara cepat. Disatu sisi hal ini menjadi suatu keuntungan yang baik akan tetapi, disisi lain informasi/berita yang tersampaikan dengan cepat juga dapat menjadi suatu permasalahan jika informasi/berita yang disampaikan itu tidak benar atau hoaks. Berita hoaks sendiri akan sangat berbahaya jika disebarkan di sosial media terutama bagi orang-orang yang pemahaman literasi digital nya masih sangat rendah seperti masyarakat pedesaan dalam mengidentifikasi sebuah berita hoaks. Oleh karena itu melalui pengabdian ini dilakukan sosialisasi kepada masyarakat gampong Murong terkait pemahaman kepada masyarakat agar bisa mengidentifikasi dan mengenali hoaks. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan sosialisasi tentang berita hoaks adalah metode presentasi dilanjutkan dengan tanya jawab ataupun diskusi. Materi ini mengenai definisi berita hoaks, contoh berita hoaks, bahaya berita hoaks, ciri-ciri berita hoaks, cara mengecek kebenaran berita, sikap dalam menghadapi hoaks, dan manfaat mengecek kebenaran berita. Kegiatan pengabdian ini memiliki dampak yang besar terhadap pemahaman masyarakat gampng Murong dimana tingkat pemahaman masyarakat gampong Murong yang awalnya hanya ada 20% yang paham cara mengidentifikasi konten media sosial yang mengandung hoaks, kemudian mengalami kenaikan menjadi 90% masyarakat mampu mengidentifikasi konten media sosial yang mengandung hoaks.


Keywords


teknologi informasi; literasi; hoaks; sosialisasi;

          

Article metrics

Abstract views : 52 | PDF views : 38

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Alfianistiawati, R., Dionchi, P. H. P., Bararah, H., & Fatanti, M. N. (2022). Evaluasi Kegiatan Pendampingan Literasi Digital “Hoaks” Pada Kelompok Pengajian Perempuan. Jurnal Praksis Dan Dedikasi Sosial (JPDS), 5(2), 70. https://doi.org/10.17977/um032v5i2p70-79

Fitriarti, E. A. (2019). Urgensi literasi digital dalam menangkal hoax informasi kesehatan di era digital. Metacommunication; Journal of Communication Studies, 4(2), 234–246.

Hasibuan, A., Setiawan, A., Daud, M., Siregar, W. V., Baidhawi, B., Hendrival, H., Kurniawan, R., & Safina, P. A. (2022). Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Variasi Pembelajaran Online di Kabupaten Aceh Singkil. Jurnal Solusi Masyarakat Dikara, 2(2), 62–67.

Hasibuan, A., Siregar, W. V., & Riskina, S. (2022). Sekelumit Keberagaman Lhokseumawe dan Aceh Utara. Pelataran Sastra Kaliwungu.

Humaira, F. R. (2022). Indeks Literasi Digital Berdasarkan Wilayah Di Indonesia. Retrieved August, 14.

Jatingarang, D. D., Saputro, I. N., Wibowo, S. J., Alawiyah, A. S., & Jasmine, A. (2023). Sosialisasi Berita Hoax Untuk Mencegah Penyebaran Berita Hoax. 4(3), 1793–1798.

Jusnita, N., & Ali, S. U. (2022). Penyuluhan literasi digital anti Hoax, Bullying, dan ujaran kebencian pada remaja di kota Ternate. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 177–186. https://doi.org/10.29408/ab.v3i2.6440

Komunikasi, K., & RI, I. (2019). Temuan Kominfo: Hoax Paling Banyak Beredar di April 2019. Jakarta: KemenKominfo RI.

Nuzulita, N. (2018). Keuntungan Dan Risiko Sosial Serta Kecemasan Privasi Pada Penggunaan Media Sosial Berdasarkan Tingkatan Generasi.

Pertama, P. P. G. P., Dana, P. G. K., Dwi, I. G. N. A. F., & others. (2019). Pemanfaatan Internet dan Penyebaran Hoax di Media Sosial PKK Kabupaten Gianyar. Widyabhakti Jurnal Ilmiah Populer, 2(1), 100–104.

Press, U. (2021). Perempuan Dan Literasi Digital: Antara Problem, Hambatan, Dan Arah Pemberdayaan. UGM PRESS.

Rafiq, A. (2020). Dampak media sosial terhadap perubahan sosial suatu masyarakat. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1), 18–29.

Rahadi, D. R. (2017). Perilaku pengguna dan informasi hoax di media sosial. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, 5(1), 58–70.

Rahmawan, D., Mahameruaji, J. N., & Anisa, R. (2019). Pengembangan konten positif sebagai bagian dari gerakan literasi digital. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 31–43.

Sabrina, A. R. (2018). Literasi digital sebagai upaya preventif menanggulangi hoax. Communicare: Journal of Communication Studies, 5(2), 31–46.

Sahputra, I., Pratama, A., Fachrurrazi, S., & Ari, M. (2023). Meningkatkan Semangat Literasi Digital Pada Generasi Millenial Dalam Penangkalan Berita Hoaks. 2(1), 283–288.

Siregar, W. V., Hasibuan, A., & Nurdin, M. D. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran Daring Untuk Membanguan Generasi Hebat. Jurnal Vokasi, 5(2), 86–90.

Syarif, E. (2019). Pengaruh media sosial terhadap sikap dan pendapat pemuda mengenai ujaran kebencian. Jurnal Common, 3(2), 120–141.

Terttiaavini, T., & Saputra, T. S. (2022). Literasi digital untuk meningkatkan etika berdigital bagi pelajar di Kota Palembang. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 6(3), 2155–2165.

Yuliani, H. (2021). Literasi Digital Dalam Menangkal Berita Hoax Di Media Sosial (Studi Pada Mahasiswa Fisip Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu). Jurnal Madia, 2(1).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Sapna Biby, Hilmi Hilmi, Mursalin Mursalin, Rahmaniar Rahmaniar, Muhammad Ali