(1) * Muhammad Yassir Mail (Biology Education Study Program, University Gunung Leuser Aceh, Kutacane, 24651, Indonesia)
(2) I Isnani Mail (Biology Education Study Program, University Gunung Leuser Aceh, Kutacane, 24651, Indonesia)
*corresponding author

Abstract


Banyaknya angka perceraian pada anak remaja dikarenakan kurang pemahaman tentang pernikahan. Pernikahan  merupakan suatu ikatan antara laki dan perempuan yang sudah sah menurut hukum agama. Pentingnya pengetahuan kepada anak remaja agar memiliki kesiapan dalam berumah tangga di usia remajadan hendaknya orang tua memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja. Sering muncul permasalahan dalam pernikahan remaja adalah perselisihan pendapat dan keinginan, perselisihan ini kerap kali menimbulkan perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga.Kajian menunjukkan bahwa anak perempuan yang menikah pada usia remaja memiliki risiko tinggi untuk mengalami kecemasan, depresi, atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, sebagian dapat  disebabkan mereka tidak memiliki status, kekuasaan, dukungan, dan kontrol atas kehidupan mereka sendiri.


Keywords


Sosialisasi; Pencegahan Pernikahan; Remaja;

          

Article metrics

Abstract views : 99 | PDF views : 42

   

Cite

   

Full Text

Download

References


Arbi Nugroho, Hari. (2016). Dampak Perceraian Keluarga Terhadap Proses Sosialisasi Anak Di Kota Semarang. Tesis. Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Aryani, Sindi. (2021). Studi Pernikahan Anak Dibawah Umur Di Era Pandemi Covid-19 Di Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Fakultas keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram

Garnika, Eneng. (2021). “Sosialisasi Resiko Non Klinis Pernikahan Usia Anak di SMAN I Gerung”. Jurnal Pengabdian UNDIKMA 2(1) Hal: 98-103.

Hanum Harahap, Herlina.Dkk. 2022. “Sosialisasi Pernikahan Dini Yang Mengakibatkan Perceraian Di kota Medan Sumatera Utara.” Jurnal Pkm Hablum Minannas. 1 (1):48.

Maryanti. (2007). “Keluarga Bercerai Dan Intensitas Interaksi Anak Terhadap Orang Tuanya.” Jurnal Harmoni Sosial. 1(2):60-68.

Muhammad, Sahlan. (2012). “Pengamatan Sosiologis Tentang Perceraian Di Aceh.” Jurnal Substantia. 14(1):88-97.

Mukharom. Dkk. (2020). Mencegah Pernikahan Dini Demi Terwujudnya Generasi Unggul Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Miftahul Ulum Kabupaten Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Martabe. 3(1):149-155.

Syahadatina Noor, Meitria. Dkk. (2018). Klinik Dana” Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini.Yogyakarta: CV Mine.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Muhammad Yassir, I Isnani